Selasa, 21 Mei 2013

Album baru Iwan Fals rilis Juni 2013

Kerinduan penggemar Iwan Fals terhadap lagu-lagu penyanyi bernama
lengkap Virgiawan Listanto itu sebentar lagi bakal terobati. Pasalnya album baru yang dikerjakan Iwan bakal rampung sekitar dua bulan ke depan.
"Album insyaallah Juni keluar," katanya kala ditemui di Hotel Novotel Lampung, Sabtu (20/4).


Ditambahkan proses pengerjaan album dengan tajuk RAYA ini, secara total baru sekitar 75 % selesai. "Baru proses mixing, proses audio. Ya, 30 % mixing," sambungnya.
Mengenai materi album yang berisikan 15 lagu ini, Iwan menyatakan
beragam materi dibenamkan. "Materinya macam-macam. Tentang perasaan melihat kehidupan, cinta, alam, kegemasan terhadap politik," katanya lagi.
Disinggung masih adanya kritik dalam lagu sehingga diidentikan sebagai khas dirinya, Iwan membantah. "Kritik itu bukan ciri khas tapi kayak udara yang kita butuhkan untuk hidup," pungkasnya lalu tersenyum

 Sumber: Kapanlagi.com

Rabu, 08 Mei 2013

Diklat Bermusik

Bertempat di Oi Kelompok Potret (05/5) diadakan Diklat Musik, Kegiatan yang di selenggarakan oleh BPK Oi Kota Bekasi tersebut dibuka acaranya oleh Cepot ketua Oi kelompok Potret dengan sambutan, lalu diteruskan Oleh Hery Hermawan selaku Ketua Umum Oi Kota Bekasi dan memberikan sambutan positif bahwa kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman, mencari, mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam pengembangan Anggota Oi kota bekasi Khususnya dan peserta Umum dalam bermusik.
Program Kerja ini merupakan salah satu bentuk upaya yang ditempuh untuk meningkatkan kualitas angota Oi Kota Bekasi dalam bermusik agar nantinya dapat memiliki kemampuan Memainkan Musik. Karna tanpa kita sadari bahwa sesunggunya music itu sendiri adalah salah satu Ruh Ormas yang di dirikan oleh Iwan Fals dan penggemarnya 13 tahun yang lalu. 

Acara yang di hadiri oleh 10 Oi kelompok yang tersebar di bekasi dan di hadiri serta di bimbing oleh Kang Digo DZ, (Ex Gitaris Iwan Fals) ini sungguh menarik perhatian masyarakat sekitar acara ini berlangsung, dan mendapat sambutan baik dari Pihak Pemerintah  setempat, karna acara Diklat Musik ini di kemas secara Apik, Fleksibel, santai dan di selinggi dngan lagu-lagu Iwan Fals yang di bawakan Oleh Peserta yang hadir.

Dengan harapan yang besar salah satu peserta yang hadir “mudah-mudahan acara ini berkelanjutan, agar kami bias lebih banyak menyerap ilmunya dan bisa handal dalam memaninkan music.”. Ipoy 23 Tahun

Kamis, 02 Mei 2013

MUNAS Oi V

Semula pelaksanaan Munas Oi V ini akan diselenggarakan di Samarinda sesuai dengan hasil Rapimnas Kaliurang Yogya dan Rapimnas Jepara, namun BPK Oi Samarinda yang telah diberi mandat sebagai tuan rumah MUNAS Oi telah mengundurkan diri sebagai tuan rumah pelaksanaan MUNAS Oi V berdasarkan surat resmi yang bernomor: 021/SK/BPK-Oi Smd/1/2013 Perihal: Tempat penyelenggaraan MUNAS Oi V. Inti suratnya adalah menyerahkan kepada Badan Pekerja Munas V untuk mencari tempat pengganti penyelenggaraan MUNAS Oi V.


Akhirnya, MUNAS Oi V digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta tanggal 26 - 28 April 2013. Keputusan tentang pelaksanaan Munas Oi ke V ini telah dilakukan bersama-sama oleh Badan Pekerja Munas Oi V, Panitia Pelaksana Munas Oi V dan Badan Pengurus Pusat Oi dalam rapat bersama di BPP Oi hari Kamis, 7 Februari 2013. Tema yang diambil dalam Munas kali ini adalah “Bersatu, Berkarya, Sejahtera Indonesia”.

Di hari pertama (26 April 2013) sesuai agenda yang diberikan oleh panitia, adalah registrasi peserta dari seluruh Indonesia. Menurut Ketua Pelaksana Munas Oi V Sdr. Soedik Purnomo, tercatat 101 delegasi yang hadir terdiri dari 10 BPW Propinsi dan 91 BPK Kota. Setiap delegasi mengirimkan 2 peserta dan 1 peninjau serta para penyaksi yang turut hadir memeriahkan. Jadi terbayang betapa antusiasnya para anggota Oi untuk mengikuti Munas Oi kali ini.
Setelah sempat tertunda beberapa kali akhirnya Musyawarah Nasional (Munas) Ormas Oi V di selenggarakan di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur.

Dan pada hari kedua, Sabtu, 27 April 2013 MUNAS Oi V dibuka secara resmi. Di awali dengan pembukaan tarian daerah dan sambutan-sambutan dari Ketua Umum Oi Periode 2009-2012, Pendiri Oi, Pembina Oi dan Perwakilan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Dalam sambutannya, Iwan Fals (Pembina sekaligus Pendiri Oi) mengatakan agar Oi terus berkarya, bersatu, bekerja karena Oi adalah gerakan moral anak muda yang terus berkarya untuk bangsa Indonesia serta berbuat untuk masyarakat banyak. Jangan hanya bicara, namun juga harus bertindak demi kemaslahatan orang banyak.
Sementara Deputi Kemenpora Bidang Kepemudaan mengatakan, dalam beberapa kesempatan saya selalu mengatakan jika ingin melihat ormas pemuda yang baik, lihatlah Oi dan contohlah Oi. Selama saya di Kemenpora, Oi tak pernah merepotkan, malah Oi selalu membantu, menjadi partner Kemenpora. Jadi contohlah Oi.
Setelah memberikan sambutan-sambutan, acara MUNAS Oi V resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Deputi Bidang Kepemudaan Kemenpora.

Pada agenda selanjutnya, adalah sidang – sidang Paripurna yang membahas tentang Pengesahan Kuorum Munas Oi V, Pembahasan Agenda, Jadwal dan Tata Tertib Munas Oi, Pembentukan Fraksi – fraksi, Pembentukan Komisi, Pemilihan Pimpinan Munas Oi. Berlanjut dengan LPJ Pengurus Oi 2009 – 2012. Setelah Rehat sholat Maghrib dan Isya, agenda Munas dilanjutkan dengan Sidang Komisi dan Laporan Sidang Komisi.

Tanggapan seluruh Peserta Munas Oi atas Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Ketua Umum Oi Periode Tahun 2009 - 2012 dari 101 peserta yang hadir : 78 menerima murni dan dengan catatan ( terdiri dari BPK dan BPW, red ) 13 menolak ( terdiri dari BPK dan BPW, red ), 7 Abstain dan 3 Nihil.

Dihari kedua, 28 April 2013 adalah pembagian komisi-komisi dan pembahasan Garis-garis Besar Haluan Organisasi serta Pembahasan AD/ART. Selain itu pada hari kedua juga diadakan Pemilihan Umum Ketua Ormas Oi periode 2013-2017. Terjadi kejutan ketika beberapa delegasi peserta Munas Oi meminta kesediaan Rossana Listanto (Mbak Yos) istri Iwan Fals untuk menjadi Ketum Ormas Oi Periode 2013 - 2017.
Dalam Pemilihan Ketua Umum Oi muncul beberapa nama sebagai calon Ketua Umum Oi diantaranya Sony Teguh (Ketua Oi 2009 – 2012), Cahyo & Huda (Jawa Timur), Al Hafidz & Digo (Jakarta), Rosana Listanto, Acong, Allen & Ozon (Bandung). Yang menarik terselip nama Iwan Fals diantara calon Ketua Umum yang ada.

Setelah diadakan pemungutan suara di dapatkan hasil sebagai berikut ;
Sony Teguh di urutan pertama dengan 77 suara
Mbak Yos 39 suara
Al Hafidz 22 suara
Acong 7 suara
Huda 8 suara
Digo 2 suara
Iwan Fals, Allen dan Ozon masing – masing 1 suara.
Berdasarkan Tatib Munas Oi ke V tahun 2013 Pasal 75 , jika tidak ada calon yang memperoleh suara lebih dari separuh jumlah peserta Munas maka 2 calon yang memperoleh suara lebih banyak dari calon lainnya diadakan pemilihan ulang. Secara otomatis Pak Sony Teguh dan Mba Yos berhak melaju ke putaran kedua.

Terjadi kejutan lagi ketika akan diadakan pemilihan putaran kedua, Bapak Sony Teguh Trilaksono mengundurkan diri dalam Pemilihan Ulang Ketua Umum Ormas Oi. Ini dikarena kesibukan beliau sebagai Staf Ahli Kemenegpora dan dalam peraturan Kementrian tidak boleh ada rangkap jabatan di dalam ormas sehingga hanya menyisahkan satu calon Ketua Umum Oi Yaitu Mbak Yos dan secara aklamasi maka istri Iwan Fals terpilih menjadi Ketua Umum Oi Baru Periode 2013 - 2017.


Rossana Listanto (Mbak Yos) Ketua Umum Oi 2013-2017. Dalam sambutannya Bapak Sony Teguh Trilaksono mengatakan bahwa Oi butuh pemersatu dan pemersatu itu ada pada diri Mbak Yos. Beliau mengatakan dirinya akan selalu siap membantu dan berada dibelakang Mbak Yos sebagai Ketua Umum Oi yang baru. Sementara itu Mbak Yos dalam sambutan perdananya sebagai Ketua Umum Oi 2013 – 2017 mengatakan siap untuk memimpin Ormas Oi, walaupun dirinya mengakui belum berpengalaman dalam berorganisasi. Mbak Yos juga menyatakan permintaan maafnya kepada kedua buah hatinya karena akan bertambah kesibukannya. Sementara untuk posisi Sekjen ditempati oleh Bapak Ainur Rofiq, mantan wakil Sekjen Oi periode 2001-2003.

Dalam sambutan penutupan MUNAS Oi V, H. Virgiawan listanto atas terpilihnya Ketum Ormas Oi yang baru (Hj. Rossana Listanto), sekaligus penolakkan Beliau untuk menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Ormas Oi. 'Saya menolak untuk menjabat sebagai Ketua Dewan pertimbangan, nanti berantem terus sama Yos, hahaha. Dari awal saya katakan siapapun yg terpilih menjadi Ketum Oi harus total, harus 100 % urus Oi. Ternyata yang terpilih "teman kamar" (Yoss,red). Ini seperti memukul permukaan air dan muncrat ke muka sendiri. Mules juga rasanya, Yos jd Presiden Oi, hahaha.... Yos akan bertambah kesibukkannya. Tapi Cikal siap membantu Ibunya dan Raya asik asik saja dengan mainannya."
Iwan Fals menambahkan bahwa AD/ART adalah pelaksanaan kata kata. Bukan macan kertas. Di akhir sambutannya, Bang Iwan mengajak kita untuk berbuat baik setiap saat.
Semoga dengan terpilihkan Mba Yos dan Mas Ainur Rofiq sebagai Ketua & Sekjen Oi Periode 2013 – 2017, Oi semakin maju, terus berkarya dan bekerja untuk Indonesia Sejahter. Salam Oi...
(Tim Tabloi / terimakasih iwanfalsmania.com)

Kamis, 28 Maret 2013

Kali Bekasi, Antara Mitos dan Sejarah

Yang ngebuatin kali ntu (kali Bekasi) uler ama burung (Ular dengan Burung), uler yang ngeleok2 (membuat berliku2) burung yang nyocolin pinggiran (mematuk pinggiran), nembusnya ke laut, ke Pelabuhan Ratu Sukabumi”, begitulah mitos yang dikatakan nenek saya di suatu malam beberapa minggu yang lalu ketika sedang asyik bercerita tentang masa lalunya, tentang Bekasi mulai dari jaman kompeni (Penjajahan Belanda), jaman Jepang, sampai dengan setelah merdeka.

Bukan pertama kalinya juga saya mendengar mitos tentang asal mula kali Bekasi, dari cerita-cerita orang tua yang saya dengar juga kali Bekasi dibuat oleh seekor ular besar, jalur ular kemudian semakin membesar membentuk kalenan (kali kecil), lambat laun menjadi besar dan menjadi kali / sungai Bekasi seperti sekarang ini. Ada lagi kepercayaan-kepercayaan jaman dulu, menikah tidak boleh dengan yang diseberang kali, tidak boleh menikah dengan tujuh turunan yang sama.

Lain mitos lain pula sejarah yang mempunyai bukti tertulis yang lebih otentik kebenarannya, dari beberapa sumber di internet, saya menemukan beberapa tulisan mengenai keberadaan kali Bekasi dari jaman ke jaman. Kali Bekasi keberadaannya sudah ada sejak jaman kerajaan tua di dataran Sunda, kerajaan Tarumanegara. Termuat dalam Prasasti Tugu yang ditemukan didaerah Cilincing, memuat keterangan yang berisikan :

“Dulu kali Candrabagha di gali Purnawarman, Maharaja yang mulia yang mempunyai lengan kencang dan kuat. Setelah sampai ke istana, kali dialirkan ke laut. Istana kerajaan baginda termashur. Kemudian baginda menitahkan lagi menggali sebuah kali. Kali ini sangat indah dan jernih. Kali ini di sebut kali Gomati. Kali ini mengalir melalui kediaman nenekanda Purnawarman. Kali Gomati, (galian itu ) 6.122 tumbak panjangnya pekerjaan ini di mulai pada hari baik, tanggal 8 paro petang bulan phalguna dan disudahi pada hari tanggal ke 13 paro terang bulan Caitra, jadi hanya 21 saja untuk itu diadakan selamatan yang di laksanakan oleh para Brahmana. Untuk selamatan itu Purnawarman menghadiahkan 1.000 ekor sapi”.

Dari keterangan tersebut dapat disimpulkan Purnawarman pernah memerintah penggalian kali Candrabagha lalu kali Gomati. Panjang galian itu 6.122 tumbak (12 Km) pekerjaan itu di mulai pada hari baik tanggal 8 paro petang bulan Phalguna dan di sudahi pada hari tanggal 13 paro petang Bulan Carita, jadi hanya 21 saja selametan baginda di lakukan brahmana di sertai 1.000 sapi yang dihadiahkan Pembuatan galian tersebut yang jelas untuk pengairan sawah dan pengantisipasi banjir. Dari sini kita lihat Purnawarman raja yang memperhatikan kesejahteraan rakyat. Penggalian ini juga memeperhatikan kesejahteraan rakyat. Penggalian ini juga memperlihatkan bahwa pengetahuan bertani Tarumanegara sudah cukup maju.

Menurut para ahli sejarah, kemungkinan besar sungai yang digali adalah terusan untuk membantu pengaliran sungai Bekasi. Sebab disebutkan sungai Candrabagha. Menurut Prof. Purbacaraka Chandrabagha dapat diartikan menjadi bekasi = Bhagasasi = Baghacandra = Chandabagha (Sasi = Candra = Bulan).

Di jaman perjuangan, Kali Bekasi menjadi saksi bisu perjuangan dan jiwa patriotisme orang-orang Bekasi. Kali Bekasi merupakan garis demarkasi antara tentara sekutu (Inggris dan NICA) yang menduduki Jakarta dengan laskar-laskar Republik yang bertahan di seberang kali di bagian timur. Di sini juga terjadi insiden yang sampai sekarang masih dikenang, insiden kali Bekasi. Akibat pendudukan tentara Jepang yang kejam terhadap rakyat Bekasi, pemuda dan rakyat Bekasi bertindak sendiri dengan menangkap Orang-orang Jepang atau bahkan siapa saja yang diduga telah bekerja sama dengan Jepang. Pemuda dan rakyat Bekasi menghentikan setiap kereta api yang melintas Bekasi, baik yang keluar maupun menuju Jakarta. 19 Oktober 1945, meluncur kereta dari Jakarta yang mengangkut tawanan Jepang menuju Ciater (dipulangkan melalui lapangan udara Kalijati), kereta tersebut berhasil lolos dari hadangan, setibanya di Cikampek dihentikan oleh para pejuang disana dan diperintahkan kembali ke Jakarta.

Rakyat Bekasi sudah menunggu, di Stasiun Bekasi seluruh gerbong kereta digeledah, ditemukan 90 orang tentara Jepang. Rakyat beringas ketika ditemukan senjata api milik seorang tawanan (ada ketentuan bahwa Jepang wajib menyerahkan seluruh persenjataannya), seluruh tawanan ditelanjangi dan ditempatkan di Rumah Gadai tepi kali Bekasi, yang dijadikan penjara sementara. Awak kereta sudah mencoba mencegah penggeledahan terhadap tawanan dengan menunjukkan surat perintah jalanan dari Menteri Subardjo yang ditandatangani Bung Karno, rakyat Bekasi tidak perduli, kemarahan memuncak karena pengalaman sejarah yang begitu kejam pada masa pendudukan Jepang. Setelah maghrib, seluruhnya digelandang ke tepi Kali Bekasi dan dibantai. Kali Bekasi yang jernih memerah darah.

Laksamana Maeda protes, meminta pertanggung-jawaban R. Soekanto (Kapolri waktu itu) dan meminta jaminan agar peristiwa seperti itu tidak terjadi lagi. Bunyi surat Maeda “… Kedjadian ini boleh dibilang beloem terdjadi dalam Sedjarah doenia, dan kelakoean sematjam ini menodai perasaan soetji terhadap jang maha koeasa serta menghina terhadap perasaan kemanoesiaan. Hal ini dipandang sebagai boekti bahwa bangsa Indonesia dengan sikap jang demikian itoe tidak mempoenjai pendirian tegoeh di doenia ini. Djika dibiarkan keadaan semacam itoe mungkin akan meradjalela … etc”.

R. Soekanto mendjawab, sekaligus sebagai pernyataan sikap pemerintah Republik, “… sesoenggoehnja jang mempoenjai hak mendjalankan hoekoeman menembak mati hanjalah pemerintah Repoeblik Indonesia, akan tetapi daerah Bekasi itoe seperti toean ketahoei ialah soeatoe daerah dimana rakjat beloem sama sekali toendoek kepada pemerintah Repoeblik Indonesia. Seperti dalam soerat itoe telah menjatakan penjelasan kami atas kedjadian itoe, maka pemerintah Repoeblik Indonesia telah beroesaha sebaik2-nja oentoek menolong 90 orang serdadoe Jepang itoe, akan tetapi oesaha itoe gagal…”. Akibat Insiden Kali Bekasi, Bung Karno merasa perlu untuk datang ke Bekasi (25 Oktober 1945), menenangkan rakyat Bekasi dan menghimbau agar peristiwa serupa itu tidak terulang lagi. Setelah Presiden memberikan amanatnya, rakyat Bekasi membubarkan diri dengan tenang.

Jika kita berjalan dari arah stasiun kereta Bekasi ke arah Bulan-bulan, tepatnya di pinggir kali Bekasi, ada sebuah monumen baru. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan monumen ini memang atas kerja sama Pemkot Bekasi dengan Pemerintah Jepang. Selain sebagai monumen sejarah, Tugu ini juga mengabarkan pesan perdamaian dan cinta kasih. Entah apa makna filosofi dari monumen yang berbentuk seperti benteng dengan 5 bulatan (mungkin bendera jepang), dan relief dibawah monument. Tapi yang pasti tiap tahun ada tabur bunga di sekitar kali Bekasi oleh veteran Jepang.

Jumat, 22 Maret 2013

Wisata Sejarah Oi Kota Bekasi 2013

Sejarah Indonesia terukir abadi pada monumen – monumen yang tersebar di wilayah yang ada di indonesia, arsitektur bangunan yang tetap kokoh berdiri untuk bercerita tentang perjalanan perjuangan rakyat dalam meperebutkan kemerdekaan Indonesia, khususnya rakyat Bekasi dalam memperoleh kemerdekaan Indonesia.

Bekasi seperti halnya wilayah lain, memiliki cerita masa lalu. Cerita yang membuat kita untuk tidak lupa dan menghargai terhadap apa yang dilakukan oleh orang-orang terdahulu. Agar tidak lupa terhadap cerita masa lalu Bekasi, dan Untuk mengenang jasa para pahlawan tersebut, kami dari Badan Pengurus Kota membuat rangkaian wisata sejarah yang dimulai dari Monumen Perjuangan Rakyat di Jl Ahmad Yani (GOR BEKASI), lalu berlanjut ke Tugu Perjuangan Rakyat diantara Jl Veteran dan Jl Pramuka, 

Dalam rangkaian acara tersebut BPK OI Kota Bekasi, melakukan Edukasi sejarah kepeserta yang hadir dan mengikuti acara tersebut, kurang lebih 40 angota Oi dan umum mengikuti acara tersebut, mulai dari pengenalan tentang monument-monumen yang disinggahi, wisata sejarah tersebut pun melakukan kegiatan bersih-bersih seperti mengumpulkan sampah yg ada di sekitar monument sampai mengecat ulang monument tersebut

monumen perjuangan rakyat bekasi
Lembaran sejarah yang Bekasi miliki tidak saja memperkaya kebudayaan kita namun turut menjadi warisan sejarah dan budaya dunia. Sepatutnya kita hargai sejarah dan masa lalu kita demi masa depan bangsa.

Monumen ini memiliki nilai penting karena mencoba mengingatkan masyarakat tentang perjuangan heroik masyarakat Bekasi dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari tangan penjajah. Berkat kegigihan para pejuang dalam membela dan mempertahankan tanah airnya inilah maka Bekasi kemudian mendapat sebutan sebagai Kota Patriot.

“Awalnya saya kaga tau kalo dibekasi itu punya sejarah yang bagus dan bikin bulukudu merinding, tapi pas saya ngikut acara ini saya jadi tau dan saya jadi lebih bangga ama kota bekasi” kata Yanin, salah satu peserta Wisata sejarah

Memang kewajiban untuk kita semua melestarikan sejarah bukan hanya Indonesia tetapi daerah dimana kita tinggal. Dan jangan sampai kita buta akan pengetahuan sejarah yang berada disekitar maupun diluar kehidupan kita. Seperti yang dikatakan Ir.Soekarno JAS MERAH, jangansekali-sekali melupakan sejarah.

Minggu, 17 Maret 2013

Asal mula nama Bulan-bulan Bekasi



Asal mulanya kita awali dari sepucuk puisi karya sang Pencipta karya penulis Puisi terbesar yang bangsa ini miliki. Chairil Anwar, dengan karyanya yang berjudul : Karawang - Bekasi. Sedikit dari judulnya pasti akan terlintas sederetan daerah dimulai dari daerah Karawang - dan diakhiri di daerah Bekasi. Mungkin jika kita dengarkan bait demi bait puisi yang ada di karya tersebut, akan sangat bias, karena kita tidak begitu memahami apa yang sebenarnya tersirat dari bait puisi tersebut, sebenarnya, temanku .. itulah kisah nyata yang terjadi di zaman mempertahankan kemerdekaan ini. Kakek saya bercerita seperti ini, akan sangat tidak mungkin jikalau kita semua akan mempercayai apa yang kakek ceritakan, namun inilah kisah yang nyata. Sebuah kisah yang benar - benar terjadi di masa masa kemerdekaan, ketika bangsa (Belanda) dan Jepang menjajah negeri ini. Seperti yang terjadi, para pejuang kemerdekaan itu banyak, karena mereka mempunyai jalur perjuangan mereka sendiri, ada yang membantu untuk memberikan bekal para pejuang yang bergerilya memasuki daerah - daerah persawahan dan daerah terisolir untuk menghindari dari para Bangsa Belanda yang terus memburu para mereka menyebutnya ‘extrimist’ mungkin jaman sekarang terorist kali yee ..

Para pejuang - pejuang ini , mereka selalu berpindah - pindah untuk melakukan serangan - serangan, mulai dari markas Belanda yang kecil, sampai dengan iring - iringan mobil pengangkut Makanan dan Senjata Belanda yang selalu lalu - lalang di daerah pedesaan, karena disanalah mereka bisa mendapatkan makanan dan pasokan bekal untuk bisa bertahan di Bangsa ini.

Itulah yang menjadi cikal bakal pejuang kita juga untuk bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa ini. Pejuang kita selalu memberikan perlawanan yang sengit kepada Belanda, walaupun hanya bersenjatakan sebatang bambu runcing berwarna kuning, mereka berani mengorbankan jiwa
mereka untuk kemerdekaan bangsa ini. Kaum Extrimist, dari kata ini mungkin bisa mewakilkan betapa beraninya mereka memperjuangkan kemerdekaan ini.

Tahukah kamu, kalau dahulu di zaman perjuangan, mulai dari daerah Bekasi sampai dengan Karawang, disitulah pejuang - pejuang memfokuskan perjuangan mereka untuk melawan Belanda, perjalanan iring - iringan rombongan tentara Belanda selalu menemukan pejuang yang selalu memberikan perlawanan yang sengit. Semua yang mereka miliki mereka korbankan untuk perjuangan bangsa ini. Para Pejuang selalu menembaki tentara Belanda karena jalur yang mereka lalui adalah jalur jalan saat ini, sepanjang jalan mulai dari Bekasi sampai dengan Karawang. Daerah - daerah tersebut selalu berjuang untuk menembaki para tentara Belanda, sampai - sampai ada peristiwa Rawa Merta.

Tahukah kamu apa yang terjadi di Rawa Merta, ?? Rawa Merta sekarang telah dibangun sebuah monumen pengingat akan sebuah (kalau boleh saya bilang) kebodohan para Belanda, karena menurut informasi dari cerita kakek saya, Dahulu Belanda sangat pusing akan perbuatan /. perjuangan para extrimist ini, kemudian mereka ingin melancarkan sebuah serangan yang besar -besaran dengan cara melakukan sweeping pejuang bangsa, dan menurut informasi yang mereka dapati, “para pejuang ada di Rawa Merta, ” begitu mereka dapat informasi tersebut, Belanda melakukan sweeping dengan membariskan para rakyat jelata untuk di interogasikan dan di tanyai mengenai keberadaan para pejuang tersebut.


barisan rakyat di interogasikan oleh belanda, demi keberadaan para pejuang bangsa,

Bahkan kakek saya berkata, saksi hidup (mudah2an sampai saat ini beliau masih ada) menceritakan bagaimana para rakyat di daerah rawa merta / rawa gede, Karawang, di kumpulkan kemudian di baris sebanyak 20 orang perbaris nya. Lalu mereka menembaki mereka sampai ada yang mau berkata, dimana keberadaan para pejuang tersebut. Baris - demi baris rakyat di jejerkan untuk ditembaki, ini foto merupakan bukti otentik akan kebiadaban bangsa Belanda terhadap bangsa ini.

Jiwa mereka melayang hanya untuk tidak membeberkan posisi para pejuang indonesia. Sebuah monumen di dirikan untuk pengingat jiwa yang berkorban untuk kemerdekaan bangsa ini, sebanyak lebih dari 100 orang menjadi korban pembantaian di Rawa Merta / Rawa Gede ini.

Kemudian kakek juga berkata mengenai Daerah Bekasi, dahulu, batasan perjuangan adalah Bekasi, karena disitulah sebenarnya awal perlawanan pejuang - pejuang. Sampai daerah manggarai atau Jakarta, sedikit saya dengar mengenai perlawanan di daerah di sana, karena menurut kakek saya, disana adalah daerah para kaum pelajar dan para kaum kaya Belanda, jadi sangat tidak mungkin ada perlawanan di daerah tersebut / dalam kata bentuk kekerasan, yang ada hanyalah perlawanan dalam bentuk sebuah orasi dan perkumpulan pelajar yang dalam bentuk lain di perjuangan untuk bangsa ini.

Bekasi, dimana pun kita berada di Bekasi pasti akan menemukan suatu tempat yang bernama Bulan - bulan, / saat ini adalah alun -alun Bekasi. Awal kata bulan - bulan adalah berasal dari sebuah kata bulan - bulanan, karena disanalah para tentara Jepang yang setelah kalah perang dari sekutu menjadi bulan-bulanan para pejuang yang dengan semangat kemerdekaan mereka , membabi buta menembaki para tentara Jepang yang sengaja untuk di kumpulkan kemudian ditembaki oleh para pejuang, akibat dari semua perbuatan mereka terhadap bangsa ini. Bulan - bulanan para pejuang terhadap tentara Jepang membuat tenar nama tempat tersebut, makanya tempat itu para orang Bekasi bilang adalah bulan - bulan (secara singkat) , karena peristiwa tentara Jepang menjadi bulan-bulanan para pejuang indonesia, mereka namakan.

Cerita ini bukan rekaya politik, namun inilah cerita yang sebenarnya terjadi di masa perjuangan, mudah2an kita semua bisa mengambil hikmahnya dan bisa menjadikan satu pelajaran yang baik untuk bisa diturunkan ke anak cucu kita supaya mereka bisa mengingat perjuangan kakek mereka, perjuangan orang yang tidak di kenal hanya untuk bangsa besar ini, agar bisa memperoleh sebuag kebebasan yang kita sebut sebagai kemerdekaan.

Jumat, 01 Maret 2013

farhat abbas di serang Balik Oi & FAMA


Belum lama ini Farhat Abbas sempat berkicau berbau ejekan kepada Iwan Fals. Dan seolah tak terima, OI kini berganti mengeroyok Farhat di Twitter. 


Farhat memang sepertinya tak pernah bosan menuai kontroversi akibat kritikan pedasnya kepada para selebriti. Dalam kicauannya beberapa waktu lalu Farhat menyindir Iwan Fals yang menjadi bintang iklan kopi. 


Namun tak terima atas kritikan berbau ejekan tersebut, OI yang merupakan sebutan untuk fans Iwan Fals berbalik menyerang Farhat dengan kata-kata tak kalah pedas.